Kemenag Tuban Perkuat Literasi Melalui Anugerah Madrasah Inovasi

Kemenag Tuban Perkuat Literasi Melalui Anugerah Madrasah Inovasi
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TUBAN,JAWA TIMUR – Upaya peningkatan mutu dan daya saing madrasah terus dikuatkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melalui Seksi Pendidikan Madrasah lewat Program Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) Ke-4 Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan budaya inovasi sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah se-Kabupaten Tuban.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menegaskan bahwa pengembangan inovasi madrasah harus diarahkan pada penguatan literasi sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik.

“Kita ingin literasi menjadi napas setiap madrasah di Tuban. Ini adalah fondasi karakter agar siswa memiliki daya kritis yang tajam,” tegasnya.

Berdasarkan data Kemenag Tuban, dari total 641 lembaga RA dan madrasah yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, sebanyak 222 lembaga telah tercatat mengikuti Program AMI Ke-4 Tahun 2026.

Ketua Tim AMI, Suwarno, bersama Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa partisipasi tersebut tersebar dalam tiga bidang unggulan yang menjadi fokus penilaian.

Pada Bidang Literasi, tercatat sebanyak 162 lembaga yang berpartisipasi, terdiri atas 87 RA, 51 MI, 14 MTs, dan 10 MA. Sementara itu, Bidang Entrepreneur diikuti oleh 30 lembaga, masing-masing 4 RA, 13 MI, 7 MTs, dan 6 MA. Adapun pada Bidang SMART (Sehat, Mandiri, Berprestasi, Asri, Ramah Anak, dan Toleran) juga tercatat diikuti 30 lembaga, meliputi 11 RA, 11 MI, 2 MTs, dan 6 MA.

Saat ini, rangkaian pelaksanaan AMI telah memasuki tahap pengumpulan nilai pascavisitasi. Tahap tersebut akan dilanjutkan dengan pembahasan melalui rapat komisi di masing-masing bidang sebelum ditetapkan dalam rapat pleno sebagai hasil akhir.

“Kami sedang melakukan pengumpulan nilai pasca tahap visitasi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan rapat komisi dan pleno sebagai tahap akhir penilaian,” jelas Suwarno.

Di sisi lain, Kemenag Tuban juga mencatat masih terdapat 419 lembaga RA dan madrasah yang belum ambil bagian dalam program ini. Oleh karena itu, seluruh kepala RA dan madrasah diminta segera mendaftarkan lembaganya, dengan penekanan utama pada Bidang Literasi sebagai pilar penguatan mutu pendidikan.

Selain mendorong partisipasi lembaga, para pengawas madrasah juga diinstruksikan untuk berperan aktif sebagai penggerak, mulai dari mengawal proses pendaftaran, mendampingi penyusunan dokumen sesuai standar penilaian, hingga melakukan evaluasi dan pelaporan atas berbagai kendala di lapangan.

Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, Lukman Hakim, berharap AMI dapat menjadi momentum perubahan nyata bagi madrasah di Kabupaten Tuban.

“Tujuan akhir kita adalah madrasah yang mandiri, inovatif, dan berprestasi. Dengan pendampingan yang optimal, kami yakin penguatan literasi dapat dimulai secara masif dari madrasah-madrasah di Tuban,” pungkasnya.

Belum ada komentar